-->
Selamat datang di My Blog My Job My Life semoga informasi yang saya berikan dapat bermanfaat untuk anda.Dan jangan lupa jika ada waktu mampir lagi ke sini yaaa...

Senin, 12 Maret 2012

profile&daerah pemasaran c59,tahu susu lembang


Laporan Hasil Kunjungan*)
Tahu Susu Lembang
Kesimpulan
Susu segar tidak hanya diminum atau dibuat minuman, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai tahu susu, yang kandungan gizinya tidak kalah jika dinbandingkan dengan tahu yang lain.
Saran
Bagi masyarakat umum bahwa susu segar dapat dibuat aneka kreasi olajan tahu. Menunjukkan pada masyarakat bahwa susu segar dapat diolah sebagai tahu susu yang bernilai jual tinggi dan bergizi tinggi.

C59
Kesimpulan
Banyak distro t-shirt di indonesia namun yang terkenal tidak sering ditemukan salah satunya seperti distro C59 ini, tapi butuh perjuangan yang sangat besar untuk membuat distro ini menjadi sangat terkenal, banyak rintangan yang harus dilewati oleh si pemilik, hingga menjadi seperti sekarang. Jadi banyak peluang untuk membuka distro dimanapun, syaratnya pantang menyerah ujar si pemilik distro C59 ini.
Saran
Sebaiknya C59 harus lebih banyak membuka cabang lagi, tempatnya dimana saja, sehingga akan menambah daya tarik masyarakat di Indonesia untuk mengetahui bahkan membeli produk C59 ini. Karena dizaman modern ini sangat besar peluang usaha di bidang pakaian, apalagi golongan anak muda. Tidak lepas dengan yang namanya fashion.

Lampiran
·        Ide Usaha Baru
Siapa sih orangnya yang tak ingin punya usaha kecil atau usaha modal kecil tapi keuntungannya besar. Semua orang pasti ingin keluar modal sedikit dengan keutungan yang berlipat-lipat.  Sebab usaha kecil berarti modalnya kecil, kalau modalnya kecil maka resikonya juga kecil. Banyak yang mencari info peluang usaha kecil yang menguntungkan.
Semua orang sudah mengerti sebenarnya, bahwa mendirikan usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Mendirikan usaha walaupun usaha kecil, tetap membutuhkan kesabaran, keuletan,kreatifitas, dan pandai mebaca celah peluang usaha atau peluang bisnis yang ada.
Inilah yang menyebabkan orang yang gagal dalam usaha jumlahnya lebih banyak dibandingkan yang sukses. Keuletan, kesabaran, kreatifitas, pantang menyerah, optimisme dan sebagainya, tidaklah dimiliki oleh setiap orang.
USAHA BAJU COUPLE ?
Dalam pembuatan ide usaha baru, kaos cople belum banyak kita temukan. Itulah salah satu alasan kami dalam membentuk usaha ini. Dalam usaha dibutuhkan kejelian dalam peluang maupun sasaran bagaimana cara kita memasarkan maupun masalah modal untuk mulai berbisnis.
Untuk memulai usaha ini kita tidak memerlukan modal yang sangat besar. dengan bermodalkan gambar atau satu sample kaos couple itu sudah cukup untuk mengenalkan produk ini kepada masyarakat luas kaos ini tersedia dalam bergai jenis dan ukuran, baik dewasa maupun anak-anak.

Bahan Dasar Baju Couple
·         Kain Katun
·         Kapas
·         Polyester
Tahapan Proses Produksi
Untuk membuat kaos , T-shirt dimulai dari bahan baku yang paling dasar yaitu kapas. Dari kapas proses selanjutnya untuk membuat kain kaos disebut Proses Pemintalan atau didalam industry kecil biasa disebut dengan Proses Spinning. Proses Spinning yakni proses mengolah kapas atau Polyester menjadi benang.
Setelah proses pemintalan atau spinning maka hasilnya adalah benang. Benang hasil pemintalan ini akan masuk ke proses berikutnya yang disebut Soft Winder. Soft Winder adalah proses penggulungan benang hasil dari pemintalan
            Benang yang telah digulung melalui proses soft winder, akan masuk proses pencelupan benang tujuannya adalah untuk memberi warna pada benang sebelum ditenun menjadi kain. Jadi warna dari kain itu berasal dari proses pencelupan benang ini. Setelah proses pencelupan benang selesai kemudian benang benang dikeringakan.
Proses selanjutnya setelah pencelupan atau pewarnaan pada benang adalah proses weaving. Weaving biasa disebut juga proses penenunan,yaitu proses mengolah benang menjadi kain. Sebelum masuk ke proses penenunan atau weaving , benang perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Proses ini,mempersiapkan benang hingga terbentuk anyaman benang yang siap masuk ke mesin tenun. Setelah itu baru masuk ke proses weaving atau penenunan.
Setelah proses penenunan selesai maka hasilnya adalah lembaran-lembaran kain. Kain-kain dari hasil mesin tenun ini kemudian masuk ke proses pemeriksaan atau disebut Shiage. Di proses ini kain akan dicek dan ditentukan gradenya. Bila dari pemeriksaan ditemukan kecacatan maka kain dikirim ke bagian perbaikan.

Di proses ini juga dilakukan proses klasifikasikain sesuai dengan jenisnya. Untuk jenis t-shirt biasanya berupa bahan Cotton Carded, Cotton Combed atau Teteron Cotton. Sementara untuk Polo shirt, biasanya terbuat dari jenis cotton pique yang berpori-pori lebih besar. Lulus dari proses pemeriksaan atau Shiage. Kain akan masuk ke proses pemolesan terhadap warna,penampilan dan pegangan (handling) disebut proses Dyeing. Proses ini merupakan proses terakhir dari proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku kapas atau polyester hingga menjadi kain.
Sebelum  kain dikirim ke pasaran ada proses terakhir yaitu proses penggulungan dan pengepakan kain sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Sampai tahap ini selesailah proses produksi kain di pabrik.
Tahapan Pemasaran.
Kemudian kain akan dipasarkan ke pelanggan –pelanggan atau distributor dan pusat-pusat grosir kain. Dari pusat-pusat grosir inilah biasanya industry garmen ini meliputi induksi konveksi, sablon atau percetakan hingga ke level industri rumah tangga.
Sampai di level konveksi atau industri garmen, kain-kain tersebut dipotong sesuai pola kaos atau polo shirt. Setelah dipotong kain kaos kemudian dijahit dan dikeramas sampai menjadi produk akhir seperti t-shirt atau polo shirt.
Industri garmen atau tekstil mulai dari hulu hingga hilir seperti disebut diatas saling memiliki ketergantungan. Sehinggan sangat diperlukan stabilitas pasokan bahan baku dan harga agar industri garmen ini tetap tumbuh dan berkembang.
Kung Pao Chicken Tofu.
Anda mau sehat ?
Makanlah yang bergizi untuk tubuh agar kita selalu sehat dan bisa beraktivitas dengan ceria. Makanan yang berbahan dari tahu biasa ini akan membuat tahu menjadi makanan luar biasa. Makanan ini bernama Kung Pao Chicken Tofu. Walaupun ada unsur kata Chinnese , bukan berarti mahal ! Jika anda mengkonsumsi Kung Pao Chicken Tofu ini akan membuat anda sehat dan tidak merogoh kocek uang anda terlalu dalam sehingga kita bisa hemat. Kung Pao Chicken Tofu tidak mengandung bahan pengawet sehingga bisa dikonsumsi oleh semua umur.
Bahan pokok Kung Pao Chicken Tofu :
·         12 buah FIESTA Chicken Tofu
·         Daun Ketumbar
·         Kacang Mete Goreng
·         Tahu Putih

Tahapan Untuk Membuat Saus :
·         1 sdm Minyak Sayur
·         1 siung  Bawang putih , cincang halus
·         1 cm Jahe , cincang halus
·         2 batang Daun Bawang , potong 2 cm
·         1 sdm Tauco , haluskan
·         2 sdm Saus cabe botolan
·         4 sdm Saus Tomat
·         1 sdt Gula Pasir
·         1 sdm Saus Tiram
·         100 ml Air
·         5 buah Cabe Merah Kering , potong-potong
·         ½ sdt Minyak Wijen
Tahapan Proses Produksi :
1.       Saus :
·         Tumis bawang putih dan jahe hingga wangi.
·         Tambahkan daun bawang dan bumbu lainnya. Aduk rata
·         Tuang air
·         Masukan cabe kering dan Minyak Wijen , didihkan.
2.      Masukkan FIESTA Chicken Tofu , aduk rata.
·         Masak hingga kuah hamper habis
·         TaburI Kacang Mete.
3.      Angkat.


Isi Laporan Hasil Kunjungan *)
Profil atau Sejarah Perusahaan
Tahu Susu Lembang
Lembang, kota sejuk di pegunungan, berjarak 16 km dari Kota Bandung. Pagi penggemar wisata alam, pelancong ibu kota, pasti cukup menggenal Kota Lembang dengan sejuta pesonanya. Terhampar pemandangan alam nan indah, kesejukan udara, dan berbagai wahana hiburan untuk anak-anak bermain di alam, seperti outbond, kebun strawberi, dan lain sebagainya. Bagi penikmat kuliner pun tak ketinggalan, berbagai olahan khas tataran parahyangan banyak dijumpai disini. Berbagai obyek wisata tersebut menjadikan Kota Lembang dipenuhi gedung-gedung, baik berupa hotel, villa, penginapan, dan tempat singgah yang asri nan indah.
Bagi anda penggemar kuliner, dan bila sudah pernah menginjakkan kaki dan menghirup segarnya alam Lembang, tentunya tak asing lagi jajanan yang satu ini, yakni Tahu Susu Lembang. Ya, diproduksi pertama kali pada tahun 2006, hingga kini telah berkembang menjadi empat kuliner "wajib" bila Anda berada di KoTa Lambang, berada tepat setelah pintu gerbang ucapan selamat datang di Kota Lembang dari arah Bandung, dengan menempati areal cukup luas. Sehingga memngkinkan untuk kendaraan kecil maupun besar, seperti bus, untuk masuk di dalamnya. Tahu Susu Lembang, bergitu namanya, seperti tahu pada umumnya diolah dan diproduksi. Perbedaannya terletak pada campuran, yaitu dengan memadukan murninya susu sapi sehingga menimbulkan cita rasa yang berbeda pada tahu lembang.
Di tempat ini, tahu susu lembang diproduksi, sekaligus dipasarkan dan diolah berbagai masakan khas tahu. Anda dapat merasakan dan menikmatinya sesuai selera, seperti Batagor, Kupat Tahu Susu, Gorengan Tahu, Siomay Tahu Susu, dan berbagai macam olahan lainnya, khususnya khas tanah pasundan. Jadi, bila Anda mengisi waktu liburan dan senang berburu kuliner, tentunya tidak melewati kenikmatan tahu susu lembang ini.

C59
PT Caladi Lima Sembilan ( C59 ) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri garmen, khususnya T-Shirt sablon. Resmi berdiri pada tahun 1980, tepatnya 12 Oktober 1980, bertepatan pula dengan pernikahan pasangan  Marius Widyarto Wiwied dan Maria Goreti Murniati. Pada awalnya modal yang dimiliki perusahaan ini sangat terbatas, karena modal awal yang mereka gunakan untuk membuka usaha bukan hasil pinjaman dari bank, teman ataupun orang tua, melainkan dari hasil penjualan kado pernikahan mereka, sebesar Rp. 2,5 juta. Dengan hanya memiliki dua orang karyawan, sebuah mesin jahit dan satu mesin obras.
Nama C59 sendiri berasal dari alamat rumah, dimana Pak Wiwid, dan istrinya pertama kali tinggal, yaitu di Jalan “Caladi No.59, Bandung”. Alasannya sangat sederhana, yaitu agar pembeli lebih mudah apabila ingin memesan atau membeli lagi. Yang pada akhirnya dijadikan sebagai komitmen untuk memberikan layanan jasa terbaik, sesuai waktu dan kualitas yang diinginkan konsumen.
Model bisnis yang pertama kali dijalankan Pak Wiwid dan istrinya ini  adalah dengan melayani pesanan T-shirt bergambar (sablon) dari perorangan, sekolah-sekolah, perguruan tinggi maupun instansi Pemerintahan di Bandung. Pak Wiwid tidak hanya mendesai dan menyablon saja, tapi juga mengerjakan semuanya. Mulai dari menerima pesanan, membeli bahan, mencelup, menggunting, menyablon, menjahit, sampai mengemas. Walaupun pada saat itu pengerjaannya masih manual belum menggunakan computer.
Kemudian pada tahun 1985, C59  mulai menunjukan keunggulan dari segi bahan tshirt, jenis sablon, dan teknik pisah warna. Di samping itu C59 juga sangat memperhatikan kepuasan pelanggan, dengan dapat mengikuti secara langsung bagaimana desain kaus pesanan tersebut di buat. Dan ternyata pesanan perusahaan semakin meningkat.
Tahun 1986 C59 beroprasi dengan 20 mesin jahit. Dan pada tahun 1990, C59 semakin berkembang dengan membangun pabrik dan fasilitas modern. Bersamaan dengan di bangunnya took retail (showroom) yang pertama di jalan Tikukur No.10. Pada tahun ini pula penjualan C59 semakin meningkat dengan dengan omzet di atas  Rp 1 miliar.
Periode tahun 1993-1994 C59 berdiri secara sah sebagai perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan Bapak Marius Widyarto Wiwied sebagai Direktur Utama (hingga saat ini), yang di lanjutkan dengan ekspansi ke beberapa kota di Indonesia dengan membuka Toko sendiri dan bekerjasama dengan Ramayana Department Store sebagai saluran distribusi ke Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta, ujung Pandang, Lampung dan Malang.
Berikut ini Perkembangan dan Prestasi C59 dari tahu 1996 – 2008:
  1. Tahun 1996 PT.Caladi Lima Sembilan (C59) memperoleh penghargaan Upakarti untuk Kategori Usaha Kecil Menengah (UKM). Selain itu pada tahun 1999 PT.Caladi Lima Sembilan (C59) memenangkan penghargaan Internasional Merit Award untuk kategori tema Kalender terbaik (Best Calender Theme).
  2. Tahun 2000 ( 20 tahun C59) mulai memasarkan produknya ke Eropa Tengah (Ceko, Slovakia dan Germany). Sedangkan untuk mengembangkan pasar Lokal nasional, C59 menjalin kerjasama dengan Matahari Departement Store. Yang kemudian konsep serta varian Produknya mengalami perubahan. Yaitu dari “ Basic Shirt “ ( kaos oblong ) menjadi “ Fashion Apparel “ dengan segmentasi kalangan remaja usia 14 – 24 tahun.
  3. Tahun 2001, C59 memperoleh peringkat pertama dalam ajang penghargaan Enterprise 50 ( 50 UKM Nasional Terbaik ) yang di selenggarakan oleh Accenture dan majalah SWA.
  4. Tahun 2002-2003 PT. Caladi Lima Sembilan (C59) turut berperan dalam trend para kawula muda, dengan mengadakan “ C59 Street Fiesta ”, yang di selenggarakan di 3 kota besar di jawa, yaitu Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
  1. Tahun 2004 PT. Caladi Lima Sembilan (C49) sesuai dengan slogannya “Express Your Style”, C59 turut ambil bagian dalam mengekpresikan music anak muda dalam ajang “ Indonesian Idol “, bekerjasama dengan sebuah Televisi Swasta Indonesia (RCTI) dan Fremantle Media Enterprises,Ltd. ( penyelenggara acara reality show dari America)
  2. Tahun 2007 PT. Caladi Lima Sembilan (C59) mendapat penghargaan Hade Award dari Dinas Perindustrian Jawa Barat, dan KICK (Kreative Independent Clothing Komunity), sebagai pelopor perclothingan di Bandung Jawa Barat.
  3. Tahun 2008 PT. Caladi Lima Sembilan (C59) bekerjasama secara resmi dengan Dekranasda Kota Bandung, Ardan Management Group, Saung Angklung Udjo, Miing fellowship, dan SMK 14/SMSR.
Tekad, keberanian, kreatifitas dan keyakinan Pak Wiwid lah yang membuat usaha ini terus berkembang hingga saat ini. Dan sekarang, Pak wiwid tinggal menikmati hasil usaha yang telah di rintis bersama istrinya tersebut dengan omset ratusan juta rupiah perbulannya.
 Visi dan Misi Perusahaan
Tahu Susu Lembang
Visi
Ø  Menciptakan variasi baru yang berbeda dengan tahu-tahu lainnya.
Ø  Melestarikan budaya indonesia agar tidak gengsi makan tahu.

Misi
Ø  Pemilik setiap tahun memberikan inovasi-inovasi yang selalu berbeda .
Ø  Pemilik dan karyawan berusaha menciptakan rasa dan pelayanan yang lebih menarik agar pembeli tidak lari ke tempat lain .

C59
Visi  
-          Visi dari C59 adalah sebagai clothing yang menyediakan produk-produk untuk semua umur dan memiliki kualitas yang baik.
-          Bisnis C59 adalah memasarkan produk C59 yang didesain,dikonsep,dicetak, dan dipasarkan oleh C59. Dengan kata lain, produk asli C59. Untuk menjawab kebutuhan pasar, maka C59 mengembangkan bisnis Retailnya dengan mendirikan showroom dan bekerjasama dengan Outlet-outlet di Indonesia yang berskala nasional(Matahari Dept.Store & Ramayana Dept.Store). Sedangkan showroom-showroom C59 tersebar dibeberapa kota di Indonesia seperti tercantum di "Our Business Location & Distribution".
Misi
-          Misi C59 adalah produk C59 dapat diterima oleh masyarakat dan C59 dapat dikenal oleh masyarakat dibandingkan dengan pesaing lainnya.
-          Suatu bentuk bisnis dimana andalah pencipta ide, konsep dan desain. C59 hanyalah perantara untuk menjadikan konsep Anda atau melukiskan konsep Anda kedalam T-shirt, Jacket, Sweater, dan Asesoris. Anda melakukan proses order kepada C59.

Lokasi Usaha
Tahu Susu Lembang

Berjalan-jalan ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, wisatawan akan merasakan sejuknya udara. Bila hendak beristirahat sejenak, mereka bisa menikmati susu murni Lembang yang sudah terkenal itu. Jalur menuju Lembang dari Kota Bandung yaitu melalui Jalan Setiabudhi. Mendekati Hotel Grand Lembang, dari kejauhan, tampak sebuah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU). Warna bangunannya merah dan putih. Selain itu, berdiri papan vertikal yang biasanya menjadi media untuk mencantumkan daftar bahan bakar minyak (BBM).
Namun, setelah dimasuki, tampaklah bahwa di tempat itu pengemudi tak dapat mengisi bahan bakar. Lho? Setelah diamati, pada papan vertikal tadi juga tidak dicantumkan daftar BBM tetapi berbagai tulisan seperti drive thru tahu, rest area, toilet, pasar oleh-oleh, dan lain-lain. Ternyata, bangunan itu adalah tempat penjualan tahu. Sistemnya adalah drive thru , artinya para pengemudi tak perlu turun dari kendaraan. Mereka dapat terus melaju, melanjutkan perjalanan setelah membeli tahu dari sepeda motor atau jendela mobilnya. Tak dapat dipungkiri, sejumlah pengendara telah terkecoh ketika melihat tempat yang menjadi bagian kompleks bernama Wisata Tahu Lembang itu.

Supervisor Operasional Wisata Tahu Lembang Dede Arif mengakui, sebagian wisatawan keliru mengira tempat itu adalah SPBU. Pengendara biasanya membeli juga tahu yang dijajakan. Masyarakat biasa menyebut SPBU sebagai pom bensin.
“Nah, tempat penjualan tahu drive thru itu dinamakan pom tahu. Pom tahu sendiri adalah singkatan dari pusat orang makan tahu,” katanya.
Wisata Tahu Lembang di Jalan Raya Lembang Nomor 177, itu sudah beroperasi sejak 7 Desember 2008. Dede mengatakan, tahu dijual dalam paket. Tahu matang dijual Rp 10.000 per 12 potong. Selain itu, dijual tahu mentah dengan ukuran lebih besar seharga Rp 12.500 per 10 potong.

Caladi Lima Sembilan: Berawal dari Gang, Kini Merambah Mancanegara
Tumbuh dan berkembang dengan gaya manajemen warteg. Begitulah Marius Widyarto, pemilik usaha t-shirt yang terkenal dengan merek C59. Perusahaannya dikembangkan secara alami, dengan mengerjakan apa yang bisa dikerjakan. Perusahaannya tumbuh karena kebutuhan dan tidak pernah terpikirkan mengembangkan usaha secara spekulatif. Ternyata, gaya manajemen sederhana ini justru menghantarkan C59 bukan saja merajai industri kaus di Indonesia, tapi juga menembus pasar Eropa.
Widyarto memulai usahanya dari rumah tinggalnya yang berukuran sekitar 60m2 di Gang Caladi 59. Bermodalkan hasil penjualan kado pernikahannya dengan Maria Goreti Murniati, lelaki yang biasa dipanggil Mas Wied itu memulai usahanya pada 1980. Hasil penjualan kado itu digunakan untuk membeli mesin obras dan mesin jahit.
Widyarto menggunakan nama gang rumahnya, Caladi 59 -- disingkat C59 -- sebagai merek kaosnya. Ini dimaksudkan agar merek tersebut mudah diingat, dan pemesan lebih yakin dengan produk yang ditawarkannya karena alamatnya jelas. Nama itu juga cermin komitmennya pada kaus buatannya. Jika kualitasnya buruk, orang bisa saja langsung menimpuki rumahnya. Layaknya usaha baru yang hanya dibantu tiga karyawan, selain mencari order, ia juga ikut mendesain, memilih bahan, memotong, menjahit, menyablon sampai finishing. Order banyak didapat dari pesanan sekolah atau instansi. Karena banyaknya pesanan dari Jakarta, ia membuka cabang di Jalan Mendawai pada 1982.
Usahanya meningkat ketika ia mendapat pesanan besar dari Nichimen -- perusahaan Jepang yang bergerak di bidang insektisida. Mereka memesan kaus untuk dibagi-bagikan pada para petani. Ordernya, 3 ribu potong/bulan. Semakin lama order yang diterima semakin deras mengalir. Peningkatan omset terasa setelah C59 turut serta dalam kegiatan Air Show 1986 di Jakarta, yang juga diikuti peserta dari beberapa negara lain. T-shirt C59 dibawa pulang oleh para peserta ke negara masing-masing. Ia pun mulai merambah dunia ritel. Di bisnis ini, awalnya Widyarto menjual sisa order yang tidak memenuhi syarat. "Itu kan peluang, kenapa tidak dikembangkan," tandas jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan ini. Ketika Bank Niaga memesan t-shirt pada 1993, ia mendapatkan keuntungan ganda. Selain bisa menjual produknya, Robby DJohan yang saat itu menjabat Dirut Bank Niaga, menawarkan pinjaman untuk mengembangkan usaha. "Sebelumnya, boro-boro ada tawaran pinjaman, mau pinjam saja susah," kenang pria kelahiran Banjarmasin, 19 Januari 1956 yang berdarah Jawa ini. Ia menerima tawaran Robby, dan menggunakan pinjaman itu untuk membangun pabrik, di atas tanah seluas 4.000m2 di Cigadung, Bandung.
Di tahun yang sama, bentuk usaha C59 diubah menjadi PT dengan nama PT Caladi Lima Sembilan. Dan sejak saat itu, Widyarto melibatkan desainer ahli, baik lulusan sekolah desain maupun otodidak. Usahanya pun dibagi menjadi beberapa divisi, yakni Divisi Desain, Pengembangan Produksi, Pemasaran,
Pemesanan, Ritel dan Produksi. Pembenahan manajemen ini dilakukan untuk meningkatkan profesionalitas dalam mengelola usahanya. Usaha ayah dua putra ini terus berkembang. Lokasi usahanya tidak lagi di rumah kecil di Gang Caladi. Ia membeli rumah-rumah di sekelilingnya, yakni rumah di Jalan Tikukur 10, 8, 9, 4 dan 7. Sebagian dijadikan kantor dan showroom produknya. Selain itu, ia mulai membuka showroom di daerah lain, seperti Balikpapan, Bali, Yogya, Makassar, Padang, Lampung, Medan dan Malang (1993/94). Kausnya pun mulai memasuki Ramayana Dept. Store. "Berikan yang terbaik," ia menegaskan kiatnya menggapai sukses.
Pemilihan tema pun selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman. Misalnya, I`m Allergic to Work atau Antiteroris. Itulah sebabnya, C59 digemari konsumen. "Kami mengolahnya dengan tipografi yang menarik," kata Ketua Ikatan Sport Harley Davidson Cabang Bandung ini. Ini tentu membutuhkan kreativitas tinggi. Terutama untuk usaha ritelnya, C59 harus mampu membaca keinginan pasar.
Bagi Widyarto, riset desain sangat penting dilakukan karena kekuatan produknya terletak pada rancangan. Apalagi, industri t-shirt tergolong cepat berganti tren. Dengan bersemboyan Beda Gaya, Gaya Gaya Semua, setiap pengeluaran desain harus dipresentasikan di depan komite produk. Setelah desain terpilih, baru dilanjutkan dengan prosesi produksi, pemilihan bahan kain, teknik cetak, warna, dan sebagainya. Teknik cetak yang digunakan pun beragam, mulai dari separasi, sablon metalik, sablon timbul hingga bordir. Penggalian ide tidak pernah berakhir. Bahkan karyawan pun mendapat kesempatan jalan-jalan untuk mencari ide segar. "Saya sering membiarkan desainer grafis nggak masuk kantor, asal ketika masuk ia sudah bawa ide bagus," ujar pria yang menyukai dunia grafis sejak SMP ini. Desain gambar yang dikembangkan ada 8 tema, meliputi otomotif, umum, sport, musik, Indonesia, smart joke/isu sosial, lingkungan dan Bali.
Desain t-shirt yang dikembangkan, antara lain body fit, junior, ladies dan kids, yang merupakan hasil riset bagian pemasaran. Tak heran, jika C59 disebut sebagai galeri desain. Kualitas produk buatan C59 selalu berada dalam pengawasan ketat. Sebelum didistrbusikan pun, produk tersebut harus melalui proses seleksi.
Dalam perkembangannya, C59 juga menjadi konsultan desain untuk instansi. Identitas suatu instansi akan diwujudkan oleh C59 melalui proses diskusi dan analisis matang. Melalui analisis tersebut, C59 merancang berbagai produk yang akan mencerminkan kepribadian instansi itu. Kepribadian suatu instansi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti, stiker, topi, seragam perusahaan, bendera serta berbagai benda yang dipergunakan sebagai promosi.
Saat ini CLS mempekerjakan 4 ribu orang dan memiliki sekitar 600 gerai di Indonesia. Sementara produknya pun sudah merambah ke Jerman, Slovakia dan Ceko. Tahun lalu produknya masuk ke jaringan Matahari Dept. Store. Seiring meningkatnya permintaan, pabriknya pun diperluas menjadi 1 hektare. Selaras dengan perkembangan usahanya, Widyarto merestrukturisasi organisasi dan usaha. "Ada perubahan dari manufacturing thinking menjadi product dan brand thinking," tambah penerima Upakarti pada 1996 ini.
Bahkan, tahun depan akan dibentuk holding company. Ini dilakukan mengingat makin berkembangnya masing-masing divisi, sehingga akan lebih maksimal jika dipisah menjadi SBU (strategic business unit). Operational plan pun dibuat secara lengkap. Mengingat pentingnya SDM dalam perkembangan bisnisnya, ia lalu membangun Management Trainee Program. Juga, bekerjasama dengan Institut Tehnologi Tekstil dalam pengembangan SDM-nya. "People adalah aset," ia menegaskan.
C59 yang bervisi menjadi perusahaan terkemuka di bidang ritel pakaian kasual dan aksesori pesanan untuk korporat, juga membenahi alur bisnis dan kerja. Sejak 1990, sistem Local Area Network diterapkan, bahkan kini sudah menerapkan program Management Information System. Tak ketinggalan, C59 pun membangun situs web. Melalui situs tersebut, pelanggan bisa memesan kaus dengan desain beragam.
"Konsumen bahkan bisa mendesain sendiri," tuturnya. Situs ini menjadi tuntutan jika C59 ingin mengembangkan brand-nya ke luar negeri. Database desain C59 disusun tidak hanya dalam bentuk soft copy, tapi juga hard copy. Kalau konsumen ada yang minta dibuatkan desain lama, C59 bisa mengakses ke database. C59 termasuk agresif dalam pemasaran. Aktivitas below the line dan above the line dilakukan secara kreatif dan sesuai dengan positioning pasarnya. Untuk membangun brand, Widyarto rela merogoh kantongnya hingga ratusan juta rupiah. Misalnya, bulan ini C59 menjadi sponsor utama Cover Boy Aneka 2001 atau beriklan di TV dan media massa lain dengan tag line: "Express Your Style". Pilihan tag line ini, menurutnya, karena t-shirt adalah media komunikasi yang bisa mengaktualisasi diri sendiri (pemakai) dan situasi yang sedang terjadi. Belajar dari pendahulunya, Christy Collection yang sempat jaya pada awal 1980-an, ia ingin tetap fokus dalam pengembangan usaha. "Saya rasa mereka kurang fokus," tutur penerima ASEAN Development Excecutive Award 2000-2001 ini. Ia juga belajar dari Dagadu Yogya yang produknya banyak dipalsu. Ia menyadari, produk yang tenar rentan pemalsuan. Untuk itu, ia melakukan langkah preventif sejak awal dengan mematenkan merek dan desain produknya. Juga, mengadakan pendekatan persuasif kepada para pemalsu. Widyarto juga sangat peduli dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga keberadaan unit pengolahan limbah menjadi keharusan.
Impian Widyarto menjadikan brand C59 mendunia sepertinya akan terwujud. Tahun ini produk C59 masuk ke Slovak. Bahkan, C59 menjadi sponsor C59 Summer Music Festival in Slovak. "Mereka malah maniak C59," ujarnya bangga. Caldi Lima Sembilan (C59) yang berlokasi di Jl. Merak No.2 Bandung 40133.
Kapasitas Produksi
Tahu Susu Lembang
Setiap hari, TSL memproduksi tahunya di tempat. Jumlah produksinya sangat relatif, antara 5 ribu (hari biasa) hingga 20 ribu (hari libur) tahu. Harga yang ditetapkan yaitu Rp 10 ribu untuk tahu goreng/10 pcs, tahu bungkus, atau tahu bantal/5 pcs, dan Rp 15 ribu untuk tahu cetak atau takus/10 pcs. Akan tetapi, karena terbuat dari bahan alami dan tanpa bahan pengawet, maka tahu susu ini hanya tahan selama 2 hari setelah produksi.

C59
            Jika masalah produksi mungkin perusahaan ini tidak terlalu pasti karena tergantung pemesanan. Mungkin sekitar 1000 kaos /hari, jika banyak pesanan, mungkin bisa lebih. Dan yang membuat kapasitas produksi perusahaan ini tidak pasti, model-model terbaru dari kaos-kaos yang akan diproduksi.

Teknologi Yang Digunakan
Tahu Susu Lembang
            Perusahaan ini tidak menggunakan peralatan yang modern , perusahaan ini masih mengandalkan alat-alat tradisional , contohnya seperti :
·         Tong pencucian kedelai
·         Mesin giling
·         Tunku perebusan kedelai
·         Tong kayu
·         Saringan besar dan kecil
·         Serok cetak
·         Cetakan
·         Kayu pengaduk
·         Tangok

1 komentar:

  1. hei kawan, karena kita ini mahasiswa gundar, tolong ya blognya di kasih link UG, seperti
    - www.gunadarma.ac.id
    - www.studentsite.gunadarma.ac.id dan lain lain
    karna link link tersebut mempengaruhui kriteria penilaian mata kuliah soft skill

    Selain itu, Yuk kita ikut lomba 10 kategori lomba khusus bagi mahasiswa Universitas Gunadarma. Edisi
    Desember2012 ini diperuntukan bagi mahasiswa S1 dan D3. Tersedia 100 pemenang, atau 10 pemenang
    untuk setiap kategori. link
    http://studentsite.gunadarma.ac.id/news/news.php?stateid=shownews&idn=755

    oh iya, kalian nggak mau ketinggalan kan untuk update terhadap berita studentsite dan baak , maka dari itu, yuk pasang RSS di Studentsite kalian.. untuk info lebih lanjut bagaimana cara memasang RSS , silahkan kunjungi link ini
    http://hanum.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5

    makasi :)

    BalasHapus